//
you're reading...
Opini

Another day in paradise

Selesai mandi, dengerin streaming Jak FM, ada lagu ini:

“Another Day In Paradise”

She calls out to the man on the street
“Sir, can you help me?
It’s cold and I’ve nowhere to sleep,
Is there somewhere you can tell me?”He walks on, doesn’t look back
He pretends he can’t hear her
Starts to whistle as he crosses the street
Seems embarrassed to be thereOh think twice, it’s another day for
You and me in paradise
Oh think twice, it’s just another day for you,
You and me in paradise

She calls out to the man on the street
He can see she’s been crying
She’s got blisters on the soles of her feet
Can’t walk but she’s trying

Oh think twice…

Oh lord, is there nothing more anybody can do
Oh lord, there must be something you can say

You can tell from the lines on her face
You can see that she’s been there
Probably been moved on from every place
‘Cos she didn’t fit in there

Oh think twice…

by Phil Collins.

Hmm…can we blame the man in the song?

Kalau di kota besar kayak Jakarta, banyak orang susah yang membuat kesusahannya menghasilkan uang, if you know what i mean. Belas kasihan seseorang sering dimanfaatkan. Gw ga tau pemandangan di kota mana yang membuat Phil Collins menuliskan lagu ini. Tapi jaman sekarang, what you see is NOT what you get. Keadaan ini yang membuati hati kebal dari rasa belas kasihan. Kalaupun tidak kebal, pastinya membuat kita kuatir apakah seseorang itu layak kita tolong, atau hanya memanfaatkan keadaannya.

Jadi? Lebih baik ga usa nolong sama sekali?

Well, kalau memang punya cukup waktu dan beritikad baik ingin menolong orang yang tepat, mungkin bisa pakai cara menjadi “mata-mata”. Dengan kata lain, perlu diamati siapa yang kita tolong. Misal, kalau tiap hari kita melewati rute yang sama, dan ketemu pengemis yang sama, amatilah beberapa minggu. Kalau ada yang ga beres dengan pengemis itu, pasti terlihat ada gelagat yang tidak wajar. Atau coba beri makanan daripada uang, lalu amati dari jauh bagaimana sikap mereka.

Atauuuuuu….kalo bener-bener punya waktu seharian alias pengangguran, sekalian aja duduk tuh disamping pengemis, terus diwawancara dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  • Pak/Bu uda berapa lama jadi pengemis?
  • Sehari penghasilannya bisa berapa?
  • Kebetulan saya lagi nganggur, kira-kira kalau saya ingin jadi pengemis, syarat-syaratnya apa saja?

Kalau tuh pengemis langsung berdiri dan teriak: “Woi!! Kampret lu, pegi sana, ini wilayah gw tau!”

Untuk meredakan amarah sang pengemis, bisa dijawab dengan: “Eh boo, biasa aja kelesss, namanya juga usaha cyiiin..!” *jangan lupa gaya dan intonasi disesuaikan*

Nah dari situ ketauan, itu orang yang layak ditolong atau tidak.

Jangan terlalu serius ah!

 

About cst

i am who i am.

Discussion

No comments yet.

What do you think? Leave a Comment Below.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: