//
you're reading...
Storytelling

Menulis Itu Asyik!

Sabtu kemarin, gw berkesempatan mengikuti seminar “Menulis Itu Asyik” yang diselenggarakan Tempo InstituteCenter for Excellent Journalism (jieee….excellent nih ye…).

Seminar ini ditujukan untuk semua kalangan, termasuk orang awam, atau siapapun yang tertarik untuk memulai menulis. Well, sebenarnya gw bukan orang yang tertarik untuk  menulis. Hari gini gitu lho, masa masih menulis sih, ngetik pake keyboard dong (#garing). Serius, gw bukan orang yang hobi menulis, tapi ada kalanya gw ingin menuangkan apa yang  ada di pikiran, dan terkadang lebih enak ditulis, daripada curhat ke teman. Laptop atau handphone selalu ada dan pasrah setiap kali kita mau mengungkapkan isi hati dan pikiran, mereka ga bisa nolak. Kalau teman, kadang masih pilih-pilih apa yang mau mereka dengar, apalagi kalau mereka sendiri juga sedang punya masalah. Selain itu, kalau menulis, kan bisa dihapus, di-edit, dst.nya. Sedangkan kalau omongan dari mulut, sekali keluar yah sudah, ga bisa ditarik lagi. Ada yang bilang, hal pertama yang keluar dari mulut seseorang, walaupun ngakunya bercanda, lalu diralat orang ybs., sebetulnya yang paling jujur adalah ucapan pertama kali karena itu spontan dari hati. Stop! Penjelasannya kepanjangan.

Sebetulnya gw mengikuti seminar ini dengan “menyelundup”. Hah, maksudnya? Kok bisa? Sebentar lagi gw kasih tau jawabannya. Sekarang gw tulis dulu wejangan-wejangan tentang menulis yang gw dapet dari seminar ini, sebelum buyar dan tertutup oleh ingatan-ingatan lainnya.

Pembicara di seminar ini ada 3 orang, semuanya pembicara internal dari Tempo.

Pertama, Amarzan Loebis. Beliau adalah wartawan dan penulis senior di redaksi Tempo. Orangnya sudah tua, rambutnya sudah putih semua. Penampilan beliau cenderung casual, dengan kemeja dan celana kain berwarna gelap, memakai topi berwarna cokelat dan berkacamata tebal. Ditambah tas kulit yang digantungnya di bahu sebelah kanan ketika menuju kursi pembicara, mengukuhkan penampilan beliau yang “jurnalis”banget. Beliau sudah bergabung dengan tempo sejak umur 17 tahun. Wow, loyal sekali yah. Beberapa hal tentang menulis yang beliau sampaikan adalah:

  • Menulis itu bentuk komunikasi manusia, karena kita makhluk sosial. Tujuannya untuk menyampaikan maksud/arti, sharing informasi, dan merepresentasikan realita. Yap, beliau berkata bahwa tulisan itu bukan fakta, tetapi representasi dari realita
  • Ketika menulis, gunakanlah bahasa yang hidup, sederhana, dan menarik untuk dipahami
  • Gunakan kalimat aktif
  • Gunakan rangkaian kata yang bermakna tepat, jangan sampai maknanya berbelok. (Contoh: Perampok itu berhasil ditangkap polisi. Ini contoh salah, karena maknanya tidak tepat. Seolah-olah perampok senang karena dia berhasil ditangkap, padahal yang berhasil kan polisinya)
  • Tidak perlu memulai dengan judul. Tulis isinya dulu, judul terakhir
  • Lupakan teori-teori tentang menulis ketika menulis, yang penting tulis dulu apa yang ada di benak kita
  • Baca ulang tulisan kita. Tulisan yang baik tidak jadi hanya dalam 1 kali ketik, harus dibaca berulang-ulang lagi. Kalau kita tidak suka ketika membacanya, atau ada yang kurang pas, jangan di-publish, karena orang lain tidak akan suka juga
  • Ada kalanya ketika menulis, kita tidak perlu terus menulis sampai selesai. Break dulu sejenak, nanti balik lagi. Dibaca lagi, lalu dilanjutkan. (Tips ini gw demen, gw sering break tapi karena distracted, dan karena emang ga betah lama-lama di depan laptop, memang susah fokus adalah kelebihan gw)

 

Pembicara kedua, Mardiyah Chamim, juga seorang penulis senior di Tempo. Beliau inilah Dirut Tempo Institute, yang slogannya excellent tadi. Wanita berkulit sawo matang ini menghadiri seminar dengan mengenakan kerudung hijau yang senada dengan warna bajunya (kayaknya penting banget ngebahas penampilan pembicara yah, hihihii..).

Berikut tips yang diberikan beliau:

  • Menulis di mulai dengan Ide
  • Dari Ide dilanjutkan dengan Angle (perspektif). Area mana yang ingin kita bahas, sudut pandang mana yang ingin kita sampaikan, fokus ke situ agar tulisan tidak terlalu  melebar
  • Gunakan 5W 1H (What, Why, Who, Where, When, How) untuk membantu apa yang ingin kita sampaikan
  • Bila perlu gunakan kisah manusia untuk membuat tulisan lebih menarik. Terkadang pembaca merasa tertarik apabila yang dibacanya adalah pengalaman hidup seseorang. Makanya acara infotainment itu laris
  • Gunakan analogi untuk mengungkapkan sesuatu yang kompleks/bersifat teknis, agar mudah dipahami
  • Deskripsikan dengan visualisasi bila perlu, sehingga pembaca bisa membayangkan
  • KISS, keep it simple and short.

 

Pembicara ketiga, akhirnya dihadirkan juga penulis junior, Putri Adityo. Orangnya masih muda, berkerudung, berkacamata, berkulit kuning langsat, dan menurut gw orangnya cantik (teteuppp…ngebahas penampilan pembicara, tak apalah yah, gw sedang mempraktekkan tips dari Ibu Mardiyah – Visualisasi, heheh.. #selfdefence). Putri sedang menanti sang Pangeran berkuda putih untuk  menjemputnya. Ralat, Putri menyampaikan hal-hal tentang menulis berdasarkan pengalaman pribadinya, dan juga mengambil studi kasus ketika dia mencari informasi tentang penggusuran Kalijodo. Kata Putri:

  • Untuk memulai menulis tidak perlu cari topik yang aneh-aneh. Setiap kita pasti punya cerita. Dari hal-hal sederhana yang kita alami setiap hari, mulai ditulis saja
  • Selain dari pengetahuan pribadi, gali juga pengetahuan dan cerita dari orang lain ketika kita ingin membuat suatu tulisan
  • Observasi dan sabar. Ketika kita sabar memperhatikan sesuatu yang ingin kita tulis, akan dapat sisi menariknya
  • Perbaiki kebiasan salah ketika menulis dari sekarang, termasuk kebiasaan salah menggunakan tanda baca dan penempatan kata sambung
  • Gunakan bahasa yang sederhana.

 

Menarik yah, tips yang disampaikan orang-orang jurnalistik. Karena mereka mengajar bukan hanya berdasarkan teori, tapi juga berdasarkan pengalaman menulis bertahun-tahun. Overall, seminar ini memberi beberapa pengetahuan baru tentang menulis kepada orang awam seperti gw. Tapi sayang, karena acaranya singkat, sesi sharing tips ini tidak berlangsung lama. Dan karena gw ga bisa  mengikuti seminar ini sampai selesai, alhasil gw men-skip sesi tanya jawab dan diskusi.

O iya, seminar ini dapat sertifikat lho. Tapi karena gw harus meninggalkan seminar duluan, sertifikatnya belum siap alias belum ditandatangani. Untung mas-mas panitianya bilang kalau sertifikat bisa dikirim ke alamat yang gw kasih. Sebetulnya, karena gw bukan penulis atau utusan dari lembaga tertentu, sertifikatnya ga penting sih. Sadar diri lah ya, ikut seminar aja ga sampai selesai. Tapiiii, gw punya moral responsibility sama teman. Masih ingat ga, tadi di awal gw bilang kalau gw ikut seminar ini “menyelundup” hehee……. Jadi, yang terdaftar di seminar ini adalah nama teman gw. Karena dia tidak bisa hadir, gw disuruh menggantikan. Mungkin juga dia pengen gw niat nulis, menulis itu bagus katanya. To be honest, gw juga pengen tau kenapa menulis itu kok dibilang asyik. Walaupun akhirnya gw #gagalpaham asyiknya di mana, karena yang gw dapet tips bagaimana memulai menulis, bukan informasi asyiknya menulis itu apa hehehe….Mungkin kalau gw betul-betul mengikuti seminar sampai selesai, baru tahu asyiknya dimana. Atau kalau gw berhasil membuat tulisan yang menarik dibaca orang dan menghasilkan duit, nah…baru asyik tuh. #cewematre.

At the end, thank you Tempo and my friend, for unusual activity on Saturday noon. Buat gw, mengamati seseorang, ataupun menyimak cerita mereka tentang dunia yang digelutinya, tentang pengalamannya, tentang passion-nya, selalu jadi hal yang menarik.

Sebagai penutup, gw demen mengetik ulang apa yang dicetak di agenda pelatihan Tempo Institute 2016. Mereka mengutip kalimat yang ditulis Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya Rumah Kaca: “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

About cst

i am who i am.

Discussion

No comments yet.

What do you think? Leave a Comment Below.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: