//
you're reading...
21menit

Konfusius: Asumsi vs Realita

confusius and his student

Suatu saat, Konfusius dan murid-muridnya berada di perbatasan Negeri Chen dan Negeri Cai. Selama 7 hari, mereka tidak memiliki nasi sebutir pun untuk dimakan. Salah seorang murid Konfusius, Zigong, adalah yang paling kaya diantara murid lainnya. Karena itu, Zigong berusaha mencari cara untuk mengatasi kelaparan.

Zigong pun berhasil keluar perbatasan, dan menukar sekarung beras menggunakan barang yang dimilikinya. Saat ia kembali, Zilu dan Yan Hui segera menerima beras itu. Zilu menyalakan api, sedangkan Yan Hui mencuci beras untuk dimasak. Sebelum nasi disajikan, Zigong melihat Yan Hui memakan nasinya terlebih dahulu. Zigong sangat marah.

Dia melapor kepada Konfusius. “Yan Hui memakan nasi terlebih dahulu sebelum disajikan untuk semua orang.”

Konfusius berkata, “Meski kamu melihatnya secara langsung, saya tidak bisa langsung percaya. Saya tidak yakin bahwa Yan Hui orang seperti itu. Saya akan menanyainya.”

Yan Hui pun datang menghadap gurunya.

Konfusius berkata, “Tadi malam saya bermimpi. Saya bermimpi leluhur saya seperti ingin mengatakan sesuatu. Saya rasa, setelah nasi matang, kita dapat menggunakannya sebagai persembahan.”

Yan Hui menjawab, “Tadi, saat memasak nasi, ada sebagian nasi terkena kotoran. Berhubung merasa sayang untuk membuangnya, saya memakan terlebih dahulu bagian yang kotor itu. Jadi, sepanci nasi ini tidak bisa digunakan sebagai persembahan, karena itu berarti tidak menghormati leluhur.”

Konfusius melihat murid-muridnya, “Apakah kalian sudah mengerti? Meski melihat secara langsung, belum tentu sesuatu itu adalah kenyataan yang kita pikirkan.”

Jangan kita gegabah dan berasumsi negatif saat pertama kali melihat sesuatu. Saat kita gegabah, apa yang kita pikirkan bisa salah, sehingga tutur kata pun keliru dan menimbulkan masalah. Saat pikiran tenang dan damai, barulah kita dapat berpikiran benar dan bertutur kata benar. Tidak bijak bila menilai sesuatu hanya dari sudut pandang satu pihak. Kita perlu bertanya dan berdiskusi dengan pihak lain, belajar melihat sesuatu dari sudut pandang lain, terlepas apakah sesuatu itu salah atau benar di mata kita.”

Disadur dari: www.tzuchi.or.id

Pesan moral: Saat lapar, mudah marah dan berpikiran negatif. Makan dulu yah, agar pikiran jernih. 🙂

Selamat hari Minggu…

About cst

i am who i am.

Discussion

No comments yet.

What do you think? Leave a Comment Below.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: