7 Cara Mengatasi Iri Hati

iri hati, jealous
Ilustrasi Iri Hati

Sering dengar istilah “rumput tetangga lebih hijau”? Disadari atau tidak, kita pasti pernah mengalaminya. Misal, lihat sepupu beli smartphone terbaru, ingin upgrade juga, padahal handphone saat ini baik-baik saja. Lihat tetangga menang undian mobil, yang sudah punya motor mikir, kapan kira-kira ingin mulai kredit mobil baru. Lihat teman kantor pakai jam Fossil, keren modelnya, boleh juga buah hadiah diri sendiri, toh sudah bekerja keras setiap hari.

Sesekali membandingkan diri sendiri dengan orang lain memang wajar, kadang-kadang diperlukan agar kita terpacu menjadi lebih baik. Tapi, seringkali perbandingan tersebut dilakukan berulang-ulang, sehingga menjadi kebiasaan yang pelan-pelan berubah jadi karakter iri hati. Nah, kalau sudah begitu bahaya. Kita bisa lupa kalau hidup kita sendiri sebenarnya baik-baik saja, malah mungkin sangat berkecukupan. Tapi entah kenapa, setiap melihat orang lain membeli barang baru, kita merasa ingin memilikinya juga. Akibatnya kita menjadi pribadi yang selaku fokus pada materi, materi, dan materi.

Kalau kamu sudah mulai bergerak ke arah itu, ayo, simak 7 cara mengatasinya, agar tidak kebablasan ya.

1. Lihat Diri Sendiri

Kita mudah terjebak dalam perasaan iri hati ketika terus-menerus fokus dengan orang lain. Entah itu teman sendiri, saudara, pacar, atau mungkin idola kita. Apalagi jaman sekarang, banyak anak muda terobsesi dengan selebgram, selebtube, dsb-nya. Kita cenderung mengikuti gaya berpakaian mereka, produk apa yang mereka pakai, aktivitas apa yang dilakukan sehari-hari, sampai hampir membuat kita jadi media stalker. STOP. Mulailah bercermin dan fokus ke diri sendiri. Lihat bagaimana cara kita memanfaatkan waktu, adakah kebiasaan kita yang perlu diperbaiki? Adakah kelebihan kita yang bisa dipakai untuk membantu orang lain?

2. Mengenali Diri Sendiri

Melihat diri sendiri penting, tapi setelah itu, kita perlu mengenali karakter seperti apa yang kita miliki. Pahami batas-batas, kelemahan, dan kelebihan masing-masing. Belajarlah melihat kelemahan sebagai kesempatan, dan melihat kelebihan sebagai suatu keuntungan.

3. Jangan Pikirkan Penilaian Orang Lain

Di sini, bukan berarti kita tidak menerima pendapat dan penilaian orang lain. Namun, jangan sampai kita menghabiskan waktu memenuhi standar orang lain, apalagi terganggu dengan masukan negatif yang arahnya tidak membangun. Biasanya ini terjadi pada kaum Hawa. Misal, si wanita merasa fit dan sehat-sehat saja, tapi berhubung sang cowok berkomentar, “Kamu agak gemukan ya?”. Sang wanita jadi parno, pulang-pulang dia sibuk cari solusi diet yang praktis. Padahal bisa jadi sang cowok cuma mengutarakan apa yang dia pikirkan, tanpa maksud lain. Kalau kita hidup berdasarkan apa yang orang lain pikirkan, kita akan kehilangan jati diri. Akibatnya, kita melulu ingin menjadi pribadi lain yang menurut pandangan orang lain lebih sempurna.

4. Mengakui Iri Hati

Pura-pura bahagia dan ikut senang atas keberhasilan orang lain, hanya akan membuat kita lebih tertekan dan menjadi tambah iri hati. Terima kenyataan, dan ceritakan kepada orang yang kita percaya, saat rasa iri mulai muncul. Jika mungkin, sampaikan perasaan iri tersebut pada orang yang bersangkutan dengan suasana bercanda. Bisa jadi, mereka justru menyemangati kita untuk mencapai keberhasilan yang sama.

5. Menikmati Hidup

Nikmati hidup ini. Di saat kita menginginkan keadaan hidup orang lain, bisa jadi orang lain malah menginginkan hidup yang kita jalani. Bisa sibuk beraktifitas di kantor setiap weekdays, makan siang di tenda pinggir jalan sambil bercanda bersama teman-teman kantor, lembur bersama tim untuk menyelesaikan proyek, menghabiskan waktu bersama istri sambil melihat anak bermain di akhir pekan. Bukankah menyenangkan hidup sehat dan sederhana seperti itu? Bersyukur akan apa yang telah “disajikan” di piring hidup kita, dan nikmati dengan cara pandang yang berbeda.

6. Berusaha

Sadari bahwa iri hati tidak membawa kita ke mana-mana. Jika menginginkan materi ataupun keberhasilan seperti orang lain, ubah rasa iri menjadi motivasi. Manfaatkan kelebihan kita untuk membuat hidup naik ke tingkat lebih tinggi, sambil mengucap syukur dengan apa yang sudah kita capai.

7. Lakukan Hal Positif

Rasa iri juga bisa muncul mendadak tanpa dikehendaki. Karena itu, setiap kali terlintas di pikiran, segera di-cut. Jangan biarkan pikiran kosong dan melamun terlalu lama. Putar otak untuk mencari kegiatan positif. Mulai dari membaca buku, menulis, menggambar, menonton acara edukatif, menanam pohon, dan seterusnya. Siapa tau, hal-hal tersebut justru menjadi peluang bisnis baru.

 

Ingat, tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik, selama ada kemauan. Selamat mencoba!

What do you think? Leave a Comment Below.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Up ↑

%d bloggers like this: