Cara Perpanjang Passport Jaman Now

Buat readers, yang mungkin ingin membuat passport baru, atau mengurus perpanjangan passport yang sudah/akan habis masa berlakunya, boleh menyimak sharing gw kali ini.

Tanggal 10 April kemarin, gw baru mengurus perpanjangan passport di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas 1 Khusus Jakarta Barat, yang ada di jalan Pos Kota, Pinangsia, sewilayah dengan tempat wisata Kota Tua. Sebetulnya, banyak Kanim lain di Jakarta, yang bisa kalian kunjungi untuk keperluan ini, tinggal dipilih yang lokasinya paling nyaman dan strategis buat kalian. Gw pribadi memilih untuk mengurus ke Kanim JakBar tersebut, karena memang passport sebelumnya diterbitkan di sana, dan gw cukup puas dengan pelayanannya ketika mengurus 5 tahun yang lalu. Alasan kedua, karena gw mau upgrade, dari passport biasa ke E-passport. Kalau kalian cari info di internet, belum semua Kanim di Indonesia support pembuatan E-passport. Ketika artikel ini gw buat, 3 kota besar yang bisa kalian kunjungi untuk pembuatan E-passport adalah Kanim kelas 1 di Jakarta, Surabaya, dan Batam. Kalau tinggal di luar daerah, yah mesti mengunjungi salah satu kota tersebut, anggap aja jalan-jalan.

Kanim di JakBar sendiri sudah menerapkan sistem antrian passport online, sehingga mempermudah gw untuk mengatur hari dan jam kedatangan. Lalu gimana caranya daftar antrian online? Kalian bisa langsung download aplikasi “Antrian Paspor Online” di Google Playstore. Setelah di-install, sign-in ke aplikasi tersebut menggunakan Google Account, lalu lanjutkan dengan proses registrasi, dimana kalian wajib memasukkan nomor NIK dan nomor handphone yang valid. Jika “Location” di handphone belum dinyalakan, setiap membuka aplikasi tersebut, kalian akan diminta untuk menyalakan “Location” service. Kenapa? Karena setelah sukses registrasi, dan hendak mendaftar antrian baru, otomatis aplikasi akan menampilkan Kanim-Kanim yang lokasinya berdekatan dengan posisi kamu saat itu.

Nah, buat kamu yang mau bikin E-passport, tapi tidak berdomisili di 3 kota yang gw sebut di atas tadi, otomatis belum bisa mendaftar via aplikasi, karena pembatasan lokasi. Mengakalinya gimana? Kalian tidak perlu repot-repot registrasi via aplikasi, tapi langsung kunjungi website antrian.imigrasi.go.id. Di situ, kalian bisa registrasi seperti layaknya via aplikasi, metodenya sama. Setelah sukses, kalian bisa memilih Kanim di wilayah manapun di seluruh Indonesia. Di bawah ini contoh tampilan halaman website antrian imigrasi.

Antrian Imigrasi Online

Hal penting yang perlu dicatat, pendaftaran antrian online tersebut, HANYA dibuka ketika weekend, mulai Jumat jam 14.00 sampai hari Minggu. Di luar waktu tersebut, tidak ada Kanim yang bisa dipilih (slot selalu penuh). Hal penting kedua, kalian perlu tahu bahwa antrian online lumayan padat. Walaupun hari Jumat mendaftar, bukan berarti bisa pilih hari Senin berikutnya, biasanya slot yang kosong berselang 1.5-2 minggu kedepan. Jadi, mendaftarlah setidaknya 2 minggu sebelum hari H dimana kamu bisa datang untuk wawancara di Kanim yang kamu pilih. Setelah sukses mendaftar, barcode atau kode antrian yang di-generate aplikasi/website, silahkan di screen capture atau di-print, karena kode tersebut wajib ditunjukkan kepada petugas di Kanim tujuan.

Nah, gw sendiri, daftar online akhir Maret lalu, dan dapat slot kosong tanggal 10 April jam 9 pagi. Ketika hari H, gw berangkat dari jam 7 pagi, dengan asumsi, semakin pagi gw datang, semakin cepat beres. Ternyata, petugas Kanim di sana sudah mengatur sedemikian rupa, agar tidak terjadi tumpukan antrian. Ketika sampai, gw disuruh menunggu, karena ada warga lain yang mendapat jadwal lebih awal, yakni jam 8 pagi. Pukul 8.30, warga yang mendapat jadwal jam 9, termasuk gw, dibagikan formulir pengajuan untuk diisi, dan diarahkan untuk menunggu di kursi area depan, untuk mendapat nomor antrian baru. Belum sampai jam 9, gw dipanggil maju oleh petugas antrian. Karena gw ingin memperpanjang, petugas hanya mengambil fotokopi passport lama dan e-ktp (fotokopi ukuran kertas A4, tidak perlu dipotong), beserta passport lama gw yang asli, kemudian dimasukkan ke dalam map khusus imigrasi. Setelah itu gw dikasih nomor antrian, dan diarahkan untuk menunggu di kursi sebelah dalam.

Ketika menunggu, gw perhatikan banyak sekali warga yang ingin membuat/memperpanjang passport. Tapi petugas imigrasinya pun banyak, sehingga pergerakan nomor antrian cukup cepat. Sekitar jam 9 gw dipanggil, ceritanya ini adalah sesi pengecekkan dokumen sekaligus wawancara. Nah, yang perlu kalian tahu, KTP gw bukan beralamat di Jakarta. Ketika wawancara, petugas saat itu menanyakan kenapa gw perpanjang disitu. Terus terang, sebelumnya gw agak deg-degan, karena surat-surat yang gw bawa hanya KK, Ijasah, Akta, dengan maksud untuk jaga-jaga kalau diminta. Gw ga bawa surat keterangan domisili di Jakarta dari RT/RW setempat, maupun surat rekomendasi dari kantor (dulu dokumen seperti ini masih dibutuhkan). Lalu dengan halus gw menjawab petugas: “Iya Pak, saya perpanjang di sini, karena kebetulan passport saya sebelumnya diterbitkan di Kanim ini. Sekalian saya ingin membuat E-passport, kalau mengikuti alamat KTP, Kanim di sana belum bisa menerbitkan E-passport”.

Mendengar penjelasan gw, petugasnya menanyakan alamat gw stay di Jakarta, pekerjaan dan seterusnya. Ga tau karena doa nyokap gw yang sedari malam uda wanti-wanti nyuruh minta surat domisili, atau karena memang petugas Kanim di JakBar sangat murah hati dan bijaksana, alhasil beliau tidak meminta dokumen tambahan apapun. Dari yang gw tangkep, beliau justru kelihatan prihatin karena belum semua Kanim di Indonesia bisa menerbitkan E-passport. Bahkan beliau menyarankan, untuk menitipkan pengambilan passport ke saudara/teman jika sudah jadi, karena untuk pembuatan E-passport butuh 10-14 hari kerja. Biaya pembuatan E-passport tersebut, Rp 600.000,- ditambah Rp 55.000,- untuk biaya biometrik , yakni sidik jari dan foto. Kalau kamu ingin membuat passport biasa, cukup membayar Rp 355.000,- (48 halaman).

Setelah sesi wawancara, gw menunggu sebentar, lalu dipanggil lagi oleh petugas yang sama, untuk di foto dan diambil 10 buah sidik jari. Setelah menulis beberapa catatan, petugas menyerahkan selembar kertas untuk selanjutnya gw bawa ke petugas Pos Indonesia, yang menunggu di parkiran samping gedung imigrasi (mobil keliling), guna melunasi biaya pembuatan passport. Ketika membayar, gw menanyakan kepada Mba Pos yang bertugas, apakah bisa passport gw dikirim, sehingga gw ga mesti balik ke Kanim lagi. Mba Pos menelepon rekannya sebentar, untuk menanyakan biaya pengiriman E-passport ke alamat KTP gw, beserta asuransinya, mengingat itu termasuk dokumen penting. Ternyata hanya Rp 40.000,-. Otomatis dong, gw pilih layanan delivery Pos Indonesia, karena praktis, hemat waktu dan biaya. Jadi, total biaya pengurusan E-passport yang gw keluarkan, sampai dengan pengiriman ke rumah, sebesar Rp. 695.000,-.

Setelah membayar, Mba Pos memberikan bukti pembayaran, sekaligus kertas kode resi Pos Indonesia, selayaknya yang kita dapat ketika mengirim barang atau surat via Pos. Beliau mencantumkan nama dan nomor telepon petugas yang bisa gw hubungi, terkait status passport gw, apakah sudah diambil/dikirim. Kode resi pengiriman sifatnya sementara, jadi belum bisa di-track, karena belum ada barang yang dikirim. Selesai membayar, gw cek jam di tangan, pukul 9.35 AM. WOW, terus terang gw terkejut sekaligus puas, cepat sekali proses antrian dan pengurusan passport di Kanim tersebut. Gw yang mendapat jadwal online jam 9 pagi, bisa keluar dan menyelesaikan semua proses sebelum jam 10. Memang ga salah, karena perasaan puas 5 tahun lalu, gw memilih untuk balik ke Kanim Jakbar, dan tahun ini, pelayanan jaman now makin cap cus dan luar biasa, banyak kemajuan. Salut dan 10 jempol buat Ditjen Imigrasi dengan pembaharuan dan inovasinya, maupun seluruh petugas Kanim yang menjalankan prosedur untuk melayani warga seperti gw. Terima kasih Pak Kanim, terutama Bapak meja no 4 (kira-kira mereka di rotasi ga ya?), yang waktu itu membantu dan memproses pengajuan E-passport gw. Alhasil, waktu yang tersisa, bisa gw pakai untuk jalan-jalan menikmati Kota Tua, yang hari itu tampak sangat sejuk.

museum fatahillah
Museum Fatahillah dan Museum Wayang dari salah satu sudut Kota Tua

Tepat tanggal 23 April kemarin, E-passport yang gw pikir baru akan sampai minggu depan (menghitung waktu 10-14 hari kerja dan proses pengiriman), sudah tiba di rumah dalam keadaan sehat walafiat. Bahkan, gw ga perlu repot-repot menanyakan status pembuatan/pengiriman ke Kanim maupun petugas Pos. Mengingat E-passport tersebut mengandung chip, penanganan/penyimpanannya memang perlu diperhatikan, tidak boleh ditekuk, dibanting, terkena panas/terlalu lembab. Di bawah ini, kalian bisa lihat, rapihnya petugas Pos mengemas dokumen E-passport.

pos express, kirim passport
Amplop Pos Express Pengiriman Dokumen E-passport
Packaging Sisi Dalam
Packaging E-passport di Sisi Dalam Amplop
Warning E-passport
Penyimpanan E-passport Wajib Diperhatikan
E-passport vs Passport
E-passport 2019 vs Passport Biasa 2014

Di atas kalian bisa melihat, perbedaan sekilas E-passport keluaran 2019, dengan passport gw yang lama, tahun 2014. Tampilan dalamnya juga berbeda sih, dan untuk E-passport, diberi peringatan agar pemilik menyimpannya secara baik, sehingga tidak merusak chip di dalamnya. Kenapa bela-belain bikin E-passport yang lebih mahal? Well, alasan pertama, karena ini uda tahun 2019, gw pikir lebih baik mengikuti update produk terbaru. Yang katanya, ketika melewati imigrasi di beberapa bandara, tidak perlu manual alias mengantri via petugas lagi, cukup di scan dengan mesin alias auto-gate. Kedua, kalau mau jalan-jalan ke Jepang (my wish :p), ga perlu bayar Visa, yeaayyy! Mudah-mudahan kedepannya, makin banyak most wanted alias negara wisata yang paling sering dikunjungi, bebas Visa dengan E-passport ini. Jadi bayar 655 ribu, dapat untung berlipat. Amin. Makin maju terus Imigrasi Indonesia.

 

 

One thought on “Cara Perpanjang Passport Jaman Now

Add yours

What do you think? Leave a Comment Below.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Up ↑

%d bloggers like this: