Pola Pikir Yang Berbeda

Alkisah suatu hari, sepasang kakak beradik sedang mendampingi Ayah mereka yang terbaring sakit dan hampir meninggal. Di menit-menit terakhir hidupnya, sang Ayah masih sempat memberi nasihat kepada kedua putranya itu.

“Anakku, dengarkan nasihat Ayah yang perlu kalian lakukan dalam hidup ini. Janganlah kalian menagih hutang pada siapapun, dan hindarilah sinar matahari.”

Mendengar nasihat Ayahnya yang sedikit aneh, kakak beradik tersebut saling berpandangan. Namun, mereka tetap menyimpan nasihat itu dalam hati masing-masing. Kemudian, meninggal-lah sang Ayah.

Tahun demi tahun berlalu, kakak beradik tersebut telah hidup di kota terpisah, dan menjalankan usahanya masing-masing. Sayangnya, kondisi si adik cukup memprihatinkan. Toko yang dikelolanya mengalami kerugian dan nyaris bangkrut. Mendengar kabar tersebut, sang Ibu dan kakaknya, datang mengunjungi si adik. Mereka menanyakan perihal krisis ekonomi yang dialaminya. Lalu si adik menjelaskan dengan nada penyesalan.

“Ibu, ini semua terjadi karena aku mengikut nasihat Ayah sebelum beliau meninggal. Beliau mengajarkan agar aku tidak boleh menagih hutang pada siapapun. Akibatnya, teman-teman yang aku beri pinjaman uang, tidak pernah aku tagih. Ayah juga meminta, agar aku tidak terkena sinar matahari langsung. Makanya aku selalu berangkat ke toko dan pergi kemana-mana naik taksi, karena aku tidak mampu membeli mobil sendiri. Modal toko terkuras karena hal-hal tersebut.”

Mendengar jawaban adiknya, sang kakak menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Adikku, ketahuilah bahwa saat ini usahaku sudah sukses dan maju. Itu semua juga berkat nasihat yang sama, yang Ayah berikan tepat sebelum beliau meninggal. Karena Ayah menyuruh kita tidak pernah menagih hutang, akhirnya aku tidak pernah memberi hutang pada siapapun, sehingga tidak perlu susah-susah menagihnya. Dan karena Ayah juga mengatakan, bahwa kita tidak boleh terkena sinar matahari, setiap pagi buta aku sudah berangkat ke toko. Aku pun pulang ke rumah saat hari sudah malam. Tokoku dikenal oleh para pelanggan, karena jam buka yang lebih lama, sehingga mereka lebih leluasa, kapanpun ingin berbelanja.”

Mendengar perkataan kakaknya, si adik menghela nafas panjang. Rupa-rupanya, ia telah salah memahami nasihat sang. Akhirnya ia sadar, perbedaan cara pandang mereka terhadap sesuatu, menimbulkan hasil yang juga jauh berbeda.


 

What do you think? Leave a Comment Below.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Up ↑

%d bloggers like this: