Hoax dan Prank: Inikah Wajah Budaya Kita?

Siapa sih yang ga sebel, kalau dapat “forward“-an berita hoax alias berita bohong? Entah itu lewat sosial media, grup chat, bahkan ada situs-situs yang memuat konten provokasi, yang isinya tidak sesuai dengan fakta.

Satu dekade yang lalu, saat layanan SMS masih menjadi primadona, keusilan yang terjadi biasanya berupa “surat kaleng” berantai. Sekarang, hal itu sudah basi. Yang lebih laku saat ini adalah, menyebarkan berita heboh, baik itu berisi ketakutan, kemarahan, persengketaan, dan sebagainya. Ada saja oknum-oknum penyebar informasi palsu di luar batas kewajaran. Bahkan bisa dibilang, sangat kelewatan. Kalau info yang disebarkan hanya berupa diskon palsu, agar pembaca meng-klik link tertentu, sehingga traffic website X naik, itu masih mending. Yang parah adalah, bisa-bisanya ada orang menyebarkan berita wafatnya tokoh terkenal, baik itu artis atau pejabat, padahal yang bersangkutan masih hidup. Untuk yang satu ini, gw ga habis pikir. Tujuannya apa? Keuntungannya apa? Ini tentang nyawa seseorang lho.

Ada lagi jenis lain yang tidak kalah gawatnya, yaitu berita-berita bohong bersifat provokatif. Tujuannya jelas untuk kepentingan kelompok/golongan tertentu, terkait situasi politik, atau sekedar ingin menyebabkan keresahan dan kerusuhan dalam masyarakat. Tidak sedikit pembaca yang percaya terhadap “kebenaran” informasi tersebut. Bisa karena kurangnya pengetahuan, atau keengganan mengecek fakta terlebih dahulu. Akibatnya, “perang mulut” dan “bentrok” kata-kata menghiasi sosmed. Malah kadang-kadang, sosok dibalik akun-akun tersebut, ternyata hanya bocah-bocah di bawah umur, atau ibu-ibu rumah tangga, yang perilakunya menjadi panutan anak.

Sejenak kita tinggalkan dahulu tentang hoax. Trend lain yang tidak kalah “pamornya” adalah video prank. Coba kalian tengok menu Trending pada aplikasi Youtube. Selalu ada saja video-video ber-genre prank yang nongol di daftar tersebut, karena banyak peminat alias viewer-nya. Video semacam itu, kerap berbalap ranking dengan video ber-genre horror. Gimana ga banyak yang nonton? Si pembuat video biasanya artis-artis muda, atau youtuber yang memang sudah punya nama. Akibatnya, youtuberyoutuber kecil mengikuti jejak mereka, demi nama viewer dan subscriber. Mulai dari prank cewe matre, prank yang bikin mewek-mewek, sampai prank gombal-gombalan. Akhirnya terbentuklah wajah Youtube Indonesia dengan kualitas content seperti itu. Entah kenapa, bukannya mereka, tapi kok malah gw yang malu sendiri melihatnya. Gw paham sih, penonton dan masyarakat kita memang masih di level “itu”. Suka dengan drama baper, perselisihan, cerita horror, sengketa artis, dan sebagainya. Gw yakin, secara akal sehat, penonton bukannya tidak pernah tahu, bahwa yang mereka tonton, hampir semuanya setting-an. Kalau dulu hanya di TV, sekarang Youtube pun, yang katanya berisi para content creator, jadinya sami mawon.

Pertanyaan gw cuma satu, sampai kapan budaya hoax dan prank ini, mau digembar-gemborkan terus Ferguso??!!!???? Saat kalian memiliki kehidupan yang baik-baik saja, bahkan ada yang sudah mapan, atau harta berlimpah, tidak tergerakkah sedikitpun, untuk berpindah genre content, dari yang un-faedah menjadi yang faedah?

Sama halnya dengan uang, internet juga merupakan pedang bermata dua. Salah satu mata pedangnya, sedang menusuk dan melukai lebih dalam dibandingkan mata pedang yang baik. Disadari atau tidak, inilah budaya yang sudah mengakar dan bertumbuh dalam masyarakat. Inilah yang terjadi, bila kita memaksa untuk menguyah “makanan baru”, padahal “gigi” dan “perut” kita belum siap. Tidak banyak yang bisa dilakukan KPI, apalagi Menkominfo, terhadap budaya semacam ini. Karena apa? Di dunia ini, minat dan kehendak mayoritas, one way or another, will always win. That’s life.

What do you think? Leave a Comment Below.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Up ↑

%d bloggers like this: