Pola Pikir Yang Berbeda

Alkisah suatu hari, sepasang kakak beradik sedang mendampingi Ayah mereka yang terbaring sakit dan hampir meninggal. Di menit-menit terakhir hidupnya, sang Ayah masih sempat memberi nasihat kepada kedua putranya itu. "Anakku, dengarkan nasihat Ayah yang perlu kalian lakukan dalam hidup ini. Janganlah kalian menagih hutang pada siapapun, dan hindarilah sinar matahari." Mendengar nasihat Ayahnya yang... Continue Reading →

Bernama SiSi

*narasi ini adalah fiktif, bila ada kesamaan nama, peristiwa, dan keadaan, bukan hal yang mustahil, karena hidup seperti sandiwara, dan sandiwara diciptakan karena hidup manusia di panggung dunia   Perempuan itu bernama SiSi. Rambutnya panjang, sedikit melebihi bahu. Tubuhnya tinggi semampai. Badannya berisi, tidak gemuk, dan tidak kurus. Kulitnya bersih, jelas ia rajin melakukan perawatan.... Continue Reading →

Melepas Karma

*cerita ini adalah fiksi, tanpa bermaksud mengurangi apalagi mengubah makna dan budaya yang sebenarnya (1) Fangsheng: Tradisi melepas hewan tertentu (ikan, burung, kura-kura) ke alam bebas untuk maksud kebaikan (2) Hio: Dupa yang dibakar untuk keperluan sembahyang Hari itu hari Sabtu, waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Koh Abeng asik bersiul sambil membersihkan tempat abu hio.... Continue Reading →

Jamu…jamu…jamunya mbak…..

Pagi yang mendung di hari Selasa, sudah seperti itu beberapa hari ini. Tentu saja kawan, ini bulan Desember. Tapi bukan hal yang istimewa, bila mendung tak pernah bisa menahan langkah para penyambung hidup. Terdengar suara kayuh sepeda tua mendekat perlahan, ia berhenti tepat di depan mataku. Di belakang sepedanya, rak berisi botol-botol duduk rapi, diam layaknya... Continue Reading →

Bertemu Punggung

Dengan langkah pasti dan hati-hati, pelayan wanita itu berjalan menghampiri sebuah meja. Semangkuk Bubur ditemani sepoci Chinesse Tea, disajikannya di atas meja kayu yang baru saja dibersihkan. Uap panas bubur menari ceria di permukaan mangkuk. Taburan daun bawang bercampur potongan telur phitan membuat aroma khas bubur seakan memanggil untuk disantap. Tidak mau kalah, wangi lembut... Continue Reading →

Tiga mangkuk Cannabis

*cerita ini hanya fiktif belaka, kesamaan nama tokoh, tempat, dan waktu hanyalah kebetulan sehidung (1) Cannabis; sejenis makanan penyambung hidup (2) Sarang; kedai kecil tempat berjualan Cannabis (3) Perkamen; lembaran yang digunakan untuk menulis (4) Tail; mata uang yang berlaku di kota Ju-On dan sekitarnya Semenjak Gubernur Tjah Hok menerapkan berbagai aturan tata kota  yang dipimpinnya, kota  Ju-On, banyak pedagang... Continue Reading →

Up ↑